Asal Nama Balaputradewa
Posted by Admin on
June 11, 2008
Nama Balaputradewa sangat lekat dengan diri saya , dimulai sejak jaman saya masih SMA , untuk setiap game - game online , saya selalu memakai nickname Balaputradewa , baik sewaktu saya main counter strike dan warcraft . Nickname tersebut berlanjut ke waktu saya kuliah , saya memiliki sebuah tim sepakbola yang saya berinama Balaputradewa.FC , ditim tersebut saya mempunyai sahabat - sahabat terbaik saya , yang tentunya mereka sekarang susah sibuk dengan pekerjaan - perkerjaan mereka masing - masin , begitu juga dengan saya , tetapi walaupun demikian saya masih berhubungan dengan mereka. Tim bola saya ini cukup fenomenal di kampus saya , mungkin jika anda datang ke mantan kampus saya , anda masih dapat menemukan orang yang mengenal nama Balaputradewa.FC , waktu kami masih menjaid junior dikampus , kami mengikuti kejuaran futsal dan kami berhasil menjadi tim dengan angkatan termuda yang melangkah paling jauh , prestasi itu meningkat ke tahun - tahun kedepannya , hingga pada tahun terakhir kami kuliah , kami berhasil memenangi kerjuaraan futsal tersebut , setelah itu tim kami memutuskan berhenti dalam semua kejuaraan , inilah yang irang - orang sering katakan sebagai ” Berhenti selagi masih dipuncak”. Nama Balaputradewa tersebut masih saya gunakan sampai sekarang , terutama di dunia perinternetan , oleh sebab itu saya membuat website Balaputradewa.Com .
Nah kalau dari sejarah teman - teman pasti sudah tau nama Balaputradewa kan ? Menurut prasasti Nalanda, Balaputradewa adalah cucu seorang raja Jawa yang dijuluki Wirawairimathana (penumpas musuh perwira). Julukan kakeknya ini mirip dengan Wairiwarawimardana alias Dharindra dalam prasasti Kelurak prasasti. Dengan kata lain, Balaputradewa merupakan cucu Dharanindra . Ayah Balaputradewa bernama Samaragrawira, sedangkan ibunya bernama Dewi Tara putri Sri Dharmasetu dari Wangsa Soma. Prasasti Nalanda sendiri menunjukkan adanya persahabatan antara Balaputradewa dengan Dewapaladewa raja dari India, yaitu dengan ditandai pembangunan sebuah wihara yang diprakarsai oleh Balaputradewa di wilayah Benggala.
Prasasti Nalanda menyebut Balaputradewa sebagai raja Suwarnadwipa, yaitu nama kuno untuk pulau Sumatra. Karena pada zaman itu pulau Sumatra identik dengan Kerajaan Sriwijaya, maka para sejarawan sepakat bahwa Balaputradewa adalah raja Sriwijaya. Pendapat yang paling populer menyebutkan Balaputradewa mewarisi takhta Kerajaan Sriwijaya dari kakeknya (pihak ibu), yaitu Sri Dharmasetu. Namun, ternyata nama Sri Dharmasetu terdapat dalam prasasti Kelurak sebagai bawahan Dharanindra yang ditugasi menjaga bangunan Candi Kelurak. Jadi, Dharanindra berbesan dengan pegawai bawahannya, bernama Sri Dharmasetu melalui perkawinan antara Samaragrawira dengan Dewi Tara. Dharmasetu menurut prasasti Kelurak adalah orang Jawa. Jadi, teori populer bahwa ia merupakan raja Kerajaan Sriwijaya adalah keliru. Balaputradewa berhasil menjadi raja Kerajaan Sriwijaya bukan karena mewarisi takhta Sri Dharmasetu, tetapi karena pada saat itu pulau Sumatra telah menjadi daerah kekuasaan Wangsa Sailendra, sama halnya dengan pulau Jawa. Berdasarkan analisis prasasti Ligor, Kerajaan Sriwijaya dikuasai Wangsa Sailendra sejak zaman Maharaja Wisnu. Sebagai anggota Wangsa Sailendra, Balaputradewa berhasil menjadi raja di Sumatra, sedangkan kakaknya, yaitu Samaratungga menjadi raja di Jawa.
Nah kebetulan saya juga lahir di Sumatra Selatan tempat dimana Kerjaan Sriwaja dulu berada , nah oleh sebab itu saya rasa nama Balaputradewa sudah sangat melekat dengan perjalanan hidup saya dan tentunya mempunyai makna yang cukup untuk saya.


